Diberdayakan oleh Blogger.

Passive and active voices

Verbs are also said to be either active (The executive committee approved the new policy) or  passive (The newing policy was approved by the executive committee) in voice. In the active voice, the subject and verb relationship is straightforward the subject is a be-er or a do-er and the verb moves the sentence along. In the passive voice, the subject of the sentence is neither a do do-er or a be-er, but is acted upon by some other agent or by something unnamed (the new policy approved). Computerized grammar checkers can pick out a passive voice construction from miles away and ask you to revise it to a more active construction. There is nothing inherently wrong with the passive voice, but if you can say the same thing in the active mode, do so (see exceptions below). Your text will have more pizzazz as a result, since passive verb constructions tend to lie about in their pajamas and void actual work.
We find an overabundance of the passive voice in sentences created by self-protective business interests, magniloquent educators, and bombastic military writers (who must get weary of this accusation), who use the assive voice to avoid responsibility for actions taken. Thus “cigarette ads were designed to appeal especially to children” places the burden on the ads as opposed to “ we designed the cigarette ads to appeal especially to children,”in which “we” accepts responsibility. At a white house press briefing we might hear that “ The President was advised that certain members of congress were briefing audited” rather than “ The Head of the Internal Revenue service advised the President that her agency was auditing certain member of Congress” because the passive construction avoids responsibility for advising and for auditing. One further caution about the passive voice we should not mix active and passive constructions in the same sentence “The executive committee approved the new policy, and the calendar for next year’s meetings was revised” should be recast as “The executive committee approved the new policy and revised the calendar for next year’s meeting.”
e.g
The passive voice does exist for a reason, however , and it’s presence is not always to be despised. The passive is particularly useful (even recommended) in two situations:
-          When it is more important to draw our attention to the person or thing acted upon

The unidentified victim was apparently struck durig the early morning hours.

-          When the actor in the situation is not important :  

The aurora borealis can be observed in the early morning hours.


The passive voice is especially helpful (and even regarded as mandatory) in scientific or technicalwriting or lab reports, where the actor is not really important but the process or principle being described is of ultimate importance. Instead of writing “ I poured 20 cc of acid into the beaker, “ we would write “ Twenty cc of acid is/was poured into the beaker.” The passive voice is also useful when describing, say, a mechanical process in which the details of process are much more important than anyone’s taking responsibility for the action. “ The first coat of primer paint is applied immediately after the acid rinse.”


PASSIVE VERB FORMATION

The passive forms of a verb are created by combining a form of the “to be verb” with the past participle of the main verb. Other helping verbs are also sometimes present: “ The measure could have been killed in committee. “ the passive can be used, also, in various tenses. Let’s take a look at the passive forms of “design.”
Tense
Subject
Auxiliary
Past
Participle
Singular
Plural
Present
The car/cars
is
are
designed.
Present perfect
The car/cars
has been
have been
designed.
Past
The car/cars
was
were
designed.
Past perfect
The car/cars
had been
had been
designed.
Future
The car/cars
will be
will be
designed.
Future perfect
The car/cars
will have been
will have been
designed.
Present progressive
The car/cars
is being
are being
designed.
Past progressive
The car/cars
was being
were being
designed.

A sentencecast in the passive voice will not always include an agent of the action. For instance gorilla crushes a tin can, we could say “ The tin can was crushed by the gorilla. “ But a perfectly good sentence would leave out the gorilla: “The tin can was crushed.” Also, when an active sentence with an indirect object is recast in the passive, the indirect object can take on the role of subject in the passive sentence:
Active
Professor Villa gave Jorge an A.
Passive
An A was given to Jorge by Professor Villa.
Passive
Jorge was given an A.







Only transitive verbs (those that take objects)can be transformed into passive constructions. Futhermore, active sentences containing certain verbs cannot be transformed into passive structures. To have is the most important of these verbs. We can saya “ He has anew car ,”but we cannot say “A new car is had by him.” We can say “Josefina lacked finesse,”but we cannot say ”Finesse was lacked. “Here is abrief list of such verb:

resemble
look like
equal
agree with
mean
contain
hold
comprise
lack
suit
fit
become
 
VERBAL IN PASSIVE STRUCTURES

Verbals or verb forms can also take on fatures of the passive voice. An infinitive phrase in the passive voice, for instance, can perform various functions within a sentence (just like the active forms of the infinitive).

-          Subject: To be elected by my peers is a great honor.
-          Object: That child really likes to be read to by her mother.
-          Modifier: Grasso was the first woman to be elected governor in her own right.

The same true of passive gerunds

-          Subject: being elected by my peers was a great thrill.
-          Object: I really don’t like being lectured to by my boss.
-          Object of preposition: I am so tired of being lectured to by my boss.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERVASIVE COMPUTING


Di era millennium baru ini, dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan user kemudahan dalam mengakses informasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. User tidak perlu harus duduk di depan dekstopnya untuk dapat mengerjakan tugasnya. Daripada memaksa user untuk mencari dan menemukan antarmuka(interface) komputer, lebih baik menyediakan antar muka yang dapt di akses di manapun untuk melayani user. Mungkin sekarang saatnya untuk membebaskan user dari keterbatasan komputasi tradisional pada dekstop. Komputasi perlu menjadi mobile (mudah berpindah) seperti usernya.
Skenerio pervasive komputing muncul ketika komputer diselipkan ke dalam benda sehari-hari seperti kursi, pintu,  baju dan lain-lain. Menurut weiser[25], sistem komputer sebaiknya tidak terlihat (invisible) oleh user dan user tidak sadar bahwa ia sedang melakukan komputasi. User sebaiknya tidak di ganggu dengan berkonsntrasi pada interface komputer tertrntu saja. Mereka sebaiknya dapat berkomunikasi dengan cara yang lebih intuitif, sedemikian sehingga memungkinkan mereka mencapai tujuannya lebih mudah dan memebebaskan pikiran mereka dari berfikir lebih jauh lagi tentang masalah dan tugasnya sekarang (current task)

DEFINISI PERVASIVE COMPUTING
Komputasi Pervasif (juga disebut komputasi di mana-mana) adalah tren yang berkembang menuju embedding mikroprosesor dalam benda sehari-hari sehingga mereka dapat mengkomunikasikan informasi. Kata mana-mana meresap dan berarti "ada di mana-mana”.  Perangkat komputasi Pervasif benar-benar terhubung dan selalu tersedia.
Komputasi Pervasif bergantung pada konvergensi teknologi nirkabel, elektronik canggih dan internet. Produk ini terhubung ke Internet dan data yang mereka hasilkan adalah mudah tersedia.
Pervasive mempresentasikan konsep komputasi yang berada dimana-mana membuat komputasi dan komunikasi secara esensial transparan pada user.

SEJARAH DARI PERVASIVE COMPUTING
Komputasi mobile atau komputasi bergerak merupakan langkah revolusi besar dalam perkembangan teknologi di pertengahan tahun 1970-an. Gambar di bawah ini menggambarkan evolusi dari sudut pandang sistem-sentris. Kerangka konseptual dan algoritmik dasar sistem terdistribusi merupakan dasar yang kuat untuk komputasi mobile da pervasive computing.
Konsep Dasar Pervasive Computing
Ubiquitous Computing (=komputasi dimana-mana) diperkenalkan pertama kali oleh Mark Weiser pada tahun 1988 selagi menjabat sebagai Chief Technologist di Xerox Palo Alto Research Center (PARC). Mark menulis beberapa kajian awal mengenai subjek tersebut, terutama penjelasan inti konsepnya.
Ubiquitous Computing disebut sebagai gelombang ketiga dalam komputasi. Yang pertama adalah konsep mainframe, dimana sebuah mesin dipakai oleh banyak orang bersamaan (one computer, many people).Sekarang kita berada pada era personal computer (komputer pribadi) yaitu seseorang menggunakan masing-masing mesin yang dimilikinya (one person, one computer). Karena komputer menjadi semakin murah dan menjadi sangat lazim, selanjutnya akan datang masa Ubiquitous Computing dan menjadi era “one person, many computers”.
Mark Weiser menjelaskan Ubiquitous Computing merupakan sebuah model/konsep interaksi manusia-komputer yang paling canggih dan modern, dimana proses informasi keduanya diintegrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, seseorang yang “menggunakan” Ubiquitous Computing melibatkan banyak sistem komputasi berikut device (peralatan/mesin)-nya, namun secara tidak sadar dia menggunakan peralatan tersebut dikarenakan sudah sangat membaur dengan lingkungannya. Model seperti ini adalah pengembangan dari paradigma desktop computing.
Inti dari model Ubiquitous Computing (yang juga sering disebut Pervasive Computing) melakukan pembagian resource (sumber daya) yang ringan, tidak mahal, dalam jaringan pemrosesan handal secara bersama-sama dan terdistribusi ke dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, sebuah lingkungan Ubiquitous Computing yang menghubungkan kontrol penerangan (lampu) dan pemanas ruangan dengan alat yang dipasang pada pakaian kita sehingga kondisi penerangan dan suhu ruangan dapat dimodulasi secara terus-menerus dan tak kentara.Sistem tersebut seharusnya “hilang” dari pandangan dan diluar alam sadar kita.Salah satu sistem Ubiquitous pertama adalah “Live Wire” milik Natalie Jeremijenko. Merupakan sebuah tali yag dipasangkan ke sebuah stepper motor dan dikendalikan melalui koneksi LAN yang menyebabkan tali tersentak/menegang sesuai kondisi dan traffic jaringan.
Ubiquitous Computing memberikan tantangan kepada cabang ilmu komputer : dalam pendesainan dan pemodelan sistem, dan dalam hal user interface. Model interaksi manusia-komputer yang sudah jadulseperti command-line (text-based), menu-driven, atau yang berbasis GUI tidak cocok dan tidak mencukupi untuk masalah Ubiquitous Computing. Interaksi “alami” yang dibutuhkan harus segera dimunculkan, meskipun banyak model yang sudah mendekati interaksi seperti itu seperti contohnya telepon selular, digital audio player, GPS, dan interactive whiteboard.


TUJUAN DARI PERVASIVE KOMPUTING
Tujuan dari pervasive computing adalah membawa komputasi dalam dunia nyata dan memungkinkan manusia berinteraksi dengannya dengan cara yang lebih alami seperti berbicara, bergerak, menunjuk dan menyentuh[10]. Dengan kata lain, pervasive komputing membuat komputasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pervasive komputing dapat menimgkatkan penggunaan komputer dengan membuatnya tersedia (available) melalui lingkungan fisik namun membuatnya tidak terlihat oleh user. Selain itu, pervasive computing memungkinkan teknologi menjadi transparan. Transparansi dapat terjadi disebabkan karena lingkungan dari pervasive computing merupakan kumpulan dari benda-benda yang mudah dipakai, mudah diselipkan dan mudah di bawa ke mana-mana, juga terkoneksi secara       wireless (tanpa kebel)

KARAKTERISTIK PERVASIVE KOMPUTING
Berikut ini beberapa karakteristik dari device (benda-benda) yang bersifat pervasive computing:
1)      Dapat mengantisipasi kebutuhan user dan bertindak untuk itu.
2)      Peka terhadap context dari user
3)      Device perlu tidak terlihat (invisible).
Invisibilitas menggambarkan bahwa user tidak sadar sedang berinteraksi dengan komputer. Invisibilitas dapat tercapai melalui miniaturisasi yang memungkinkan prosesor, chip, sensor, mikropon diselipkan ke benda-benda sehari-hari seperti pakaian, meja, kursi, pansil dan lain-lain. Dengan  demikian komunikasi device akan terlihat lebih alami.
4)      Device yang proaktif dan pintar.
Tidak seperti sistem komputasi konvensional dimana prilaku komputer merupakan respon dari interaksi user, dalam pervasive computing sistem komputer lebih proaktif dalam berinteraksi dengan user. Sebagai contoh jika ahmad mengendarai mobil untuk pergi ke pertemuan bisnis di kota lain. Kemacetan mungkin terjadi sewaktu-waktu. Pervasive device harus mampu mendeteksi kemacetan tersebut tanpa eksplisit harus disuruh untuk melakukan hal itu. Dalam mengidentifikasi rute alternatif untuk ahmad, device perlu tahu pemilihan (preference) dan  kebiasaan ahmad dalam mengemudi (yang dapat diambil dari profilenya) untuk membuat keputusan yang baik.
5)      Dapat mengerti dan menggunakan informasi secara efektif
Sebagai contoh, tidak cukup bagi sebuah alarm untuk mengetahui kapan user harus bangun, tapi juga harus membunyikan alarm untuk membangunkan user.

CONTOH PERVASIVE COMPUTING
Pervasive computing menjadi sangat penting sejalan dengan benda yang portable (mudah dibawa) menjadi sangat kecil, infrastruktur mudah dikembangkan dan dunia lebih terhubung jaringan. Ketika kita tidak lagi membawa sesuatu, pervasive komputing akan mencapai tujuannya. Berikut ini contoh dari pemanfaatan pervasive computing.
·         Ketika kita masuk rumah, tidak perlu lagi membawa kunci karena rumah akan tahu dengan sendirinya kita akan masuk dan akan membuka kunci.
·         Ketika kita tidak yakin bagaimana caranya untuk pergi ke suatu tempat, kita akan diberitahukan tidak hanya bagaimana caranya kesana tapi juga jalan tercepat menuju kesana.
·         Ketika pergi ke supermarket, kkta tidak perlu membawa daftar barang yang dibeli karena daftar tersebut dapat ditampilkan pada kartu belanja yang kita bawa.

PERVASIVE COMPUTING FRAMEWORK
Menurut phil stone dan Robin Yan, pervasive computing dapat diorganisasikan dalam framework yang terdiri dari menghasilkan (generating), pemrosesan(processing), moving(perpindahan), dan penggunaan (using) informasi.
Menghasilkan informasi melibatkan ukuran dan input manusia. Pemrosesan informasi melibatkan mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna dalam database. Perpindahan informasi melibatkan menemukan membuat distribusi informasi yang efektif. Penggunaan informasi melibatkan menampilakan informasi kepada user dengan cara yang baik.

KENDALA PERKEMBANGAN PERVASIVE COMPUTING
Pervasive computing hadir bersamaan dengan munculnya laptop dan wireless LAN. Meskipun prinsip-prinsip dasar desain terdistribusi terus diterapkan, empat kendala utama mobilitas membuat berkembangnya teknik khusus. Kendala-kendala ini antara lain
a.      Kualitas jaringan yang berubah-ubah
b.      Penurunan kepercayaan dan kekuatan sistem terdistribusi
c.       Keterbatasan sumber daya lokal yang terkendala oleh berat dan ukuran.
d.      Perhatian untuk konsumsi daya baterai.


DAFTAR PUSTAKA







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Smart Shelves



Apa itu Smart Shelves ?
Smart Shelves (Rak Pintar) adalah sebuah rak yang telah dipasang dengan sebuah RFID Reader, RFID Reader bisa dipasang didalam rak tersebut ataupun dipasang di belakang/bawah/atas rak normal. Dengan terus-menerus memindai barang yang memiliki RFID di rak, RFID Reader secara konsisten memberitahukan Sistem back-end atau pusat tentang barang yang ada. Hal ini juga akan mengidentifikasi sebuah barang yang tidak termasuk di rak tertentu sebagai “Salah Barang”. Dengan melacak barang, gerakan dan keberadaan barang tersebut, Sistem ini dapat memberikan informasi kepada retailers yang dapat di analisa dan mengetahui keinginan customer. Sehingga retailer dapat menghasilkan berbagai cara untuk meningkatkan pelayanan dan penjualan.

Apa saja yang dapat dilakukan Smart Shelves ?
1.      Automatic Replenishment Alert
Automatic replenishment alert adalah salah satu yang memiliki potensial besar untuk bagaimana meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Rak pintar dapat mengetahui bila barang sudah habis dan mengirim pesan peringatan kepada system pusat.
Cara kerja system ini ialah RFID scanner akan membaca bila terjadi perubahan jumlah barang di rak. Dan bila jumlah barang tersebut dibawah batas minimum yang sudah ditentukan, maka RFID Scanner akan mengirimkan pesan peringatan kepada system pusat. Apabila salah satu pegawai memiliki sebuah Mobile RFID Computer, system pusat dapat langsung mengirim pesan tersebut kepada pegawai sehingga pegawai dapat langsung mengisi ulang barang tersebut.
2.      Misplaced Item Alert
Retailers kadang mengalami “false” out-of-stock. Dimana barang tersebut tidak dapat ditemukan,  setidak nya tidak oleh pelanggan. Barang tersebut hanya salah sempat. Dengan RFID Smart Shelves pegawai dapat langsung mengetahui saat barang berada di tempat yang salah. Ini sangat penting untuk barang yang harus disimpan dalam kondisi tertentu, seperti makanan,



3.      Item Position Transparency – Where Last Scanned ?
Setelah menggunakan Smart Shelves retailers mepalorkan bawah pencurian telah menurun menjadi rata-rata 70%, dengan smart shelves retailer akan tahu kemana 30% telah menghilang, apakah barang tersebut terakhir di scan di gerbang kasir saat seorang pencuri menyembunyikan barang dibalik baju nya ? ataukah seseorang melepas RFID di rak ? informasi ini membantu toko mengetahui masalah dimana mereka dan mengambil tindakan untuk mengurangi pencurian.

4.      Expired Date Notification
Selain dapat memberitahu barang telah habis, menghilang ataupun salah tempat. Smart shelf dapat mengatur tanggal kadaluarsa setiap barang dan mengirimkan pesan ke pegawai apabila sebuah barang akan kadaluarsa. Dengan ini pegawai dapat menghemat waktu daripada harus keliling toko dan mengecek kadaluarsa setiap barang satu-persatu.
Mondelez International produsen cemilan ringan seperti oreo, trident gum, dan wheat thins, tengah mengembangkan inovasi baru yaitu rak pintar atau smart shelves yang diklaim mampu mengidentifikasi usia dan gender konsumen saat mereka sedang berbelanja.
Maenurut laporan Clint Boulton dari The Wall Street Journal, rak tersebut diperkirakan akan digunakan disejumlah supermarket pada tahun 2015 mendatang. Saat orang hanya berlalu lalang saja melewati rak. Padahal, ada kesempatan yang terbuang,” ujar Mark Dajani CIO Mondelez. Oleh karena itu kita harus tahu behaviour konsumen itu saat di took seperti apa.”
Bagaimana bisa rak tersebut mengidentifikasi usia dan gender? Berikut adalah skemanya. Sensor diletakkan dicelah antara rak dimana produk Mondelez di display. Dengan teknologi facial recognition dari Kinect (Microsoft ) alat tersebut mampu mengidentifikasi usia dan gender serta melacak orang tertentu cenderung membeli produk tipe apa saja. Data yang dikumpulkan akan dikirim secara real-time.  Dengan mengetahui ketertarikan konsumen pada produk Mondelez, ada peluang bagi kami untuk lebih engage ke konsumen baik laki-laki maupun perempuan, secara real-time,”ujar juru bicara Mondelez dalam siaran pers-nya.
Nantinya Mondelez akan menggunakan data yang terkumpul untuk kepentingan advertising agar bisa memberikan potonga harga kepada calon konsumen Mondelez. Selain itu, teknologi yang sedang dikembangkan ini juga mampu memberikan peringatan kepada pihak supermarket saat produk harus di-order kembali.
Menurut Moens, sensor tersebut tidak akan mengumpulkan foto, video, atau informasi pribadi lain tentang konsumen. Privasi adalah hal paling utama. Rak pintar atau smart shelves kami benar-benar dirancang untuk tidak menyimpan foto konsumen,
“ujarnya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Strategy of Structure


1. First study the sentence.
    Your purpose is to determine what is needed to complete the sentence correctly.

2. Then study each answer based on how well it completes the sentence.
     Eliminate answers that do not complete the sentence correctly.

3. Do not try to eliminate incorrect answers by looking only at the answers.
    The incorrect answers are generally correct by themselves. The incorrect answers are generally incorrect only when used to complete the sentence.

4. Never leave any answers blank.
    Be sure to answer each question even if you are unsure of the correct response.

5. Do not spend too much time on the Structure questions.
    Be sure to leave adequate time for the Written Expression questions


The ten problems or  skills are:

1. Problem with  Subject and Verbs

2. Problem with  Objects of Prepositions

3. Problem with Present Participles

4. Problem with Past Participles

5. Problem with Coordinate Connectors

6. Problem with  Adverb Clause Connectors

7. Problem with Noun Clause Connectors

8. Problem with Noun Clause Connectors/Subjects

9. Problem with Adjective Clause Connectors

10. Problem with Adjective Clause Connectors/Subject



Strategies of Written Expression
1. First look at the underlined word or groups of words.
    You want to see if you can spot which of the four answer choices is not correct.

2. If you have been unable to find the error by looking only at the four underlined expressions, then read the complete sentence.
    Often an underlined expression is incorrect because of something in another part of the sentence.
3. Never leave any answers blank.
    Be sure to answer each question even if you are unsure of the correct response.



 The 15 Skills are:
Agreement after prepositional phrase
Agreement after expression of Quantity
Agreement after Certain Words
Parallel Structure with Coordinate Connectors
Parallel Structure with paired conjunction
Problem with past participle
Problem with present participle and past participle
 Problem with Modals
Problem with Singular and Plural nouns
Problem with Countable and Uncountable Nouns
Subject and Object Pronoun
Problem with Possessive
Pronouns References
Adjective and Adverb
Adjective after Linking Verb


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS